Rabu, 21 Agustus 2024

PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SDN 03 PAKAN LABUAH

Nama : Asral Puadi

Instansi : SDN 03 Pakan Labuah Kota Bukittinggi

CGP Angkatan : X

PGP Angkatan : XI

PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI SDN 03 PAKAN LABUAH KOTA BUKITTINGGI

Pada dasarnya sekolah menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi murid. Hal ini sejalan dengan pemikiran Filosofi Ki Hadjar Dewantara, yaitu pembelajaran di sekolah harus dapat menciptakan kebahagiaan murid yang setinggi-tingginya melalui merdeka belajar. Budaya positif disekolah sangatlah penting untuk dikembangkan, karena sekolah merupakan bagian tripusat pendidikan, tempat tumbuh dan berkembangnya karakter anak.

Anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat serta potensi sebagai individu yang unik, jadi tugas guru memberikan tuntunan agar anak tidak kehilangan arah sehingga terciptalah kemerdekaan dalam diri anak tersebut.

Salah satu langkah membentuk lingkungan kelas agar terciptanya budaya positif yaitu dengan membuat keyakinan kelas, kemudian dilanjutkan dengan penerapan segitiga restitusi dengan posisi kontrol manager. sehingga anak memiliki keyakinan dan kesadaran akan penerapan disiplin berdasarkan motivasi internal sehingga memiliki karakter yang kuat sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Dengan adanya keyakinan kelas yang disusun oleh guru bersama dengan murid, maka semua kan mengupayakan untuk menjalankannya sebagai langkah awal membangun budaya positif di sekolah. Selain itu dengan penerapan segitiga restitusi dapat membimbing murid berdisiplin positif agar menjadi murid merdeka belajar. Oleh karena itu, perlunya guru dan murid membuat keyakinan kelas yang disepakati bersama. Kemudian hal lain yang dirasa, perlu adanya sosialisasi bersama rekan guru di sekolah tentang cara penerapan segitiga restitusi yang benar.

Aksi Nyata Budaya Positif ini bertujuan: 1) Menumbuhkan budaya positif di sekolah dengan meyakini nilai-nilai kebajikan universal serta menciptakan murid yang merdeka dan mempunyai disiplin kuat sesuai Profil Pelajar Pancasila. 2) Meningkatkan motivasi instrinsik murid. 3) Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri murid. 4) Berkolaborasi untuk mengemukakan pendapat mengenai gambaran kelas yang diinginkan. 5) Menumbuhkan budaya positif. 6) Mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. 7) Menumbuhkan rasa bertanggung jawab dan mandiri murid. 8) Mewujudkan budaya 5S1D (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun dan Do’a). 9) Membaca Al-Quran atau hafalan surah pendek sebelum belajar.

Linimasa Tindakan

  • Menghadap Kepala Sekolah untuk menjelaskan pentingnya penanaman Budaya Positif dan Keyakinan Kelas di sekolah, serta meminta izin untuk mendiseminasikan bersama rekan guru.
  • Berkolaborasi dan berkoordinasi dengan rekan guru untuk membuat keyakinan kelasnya masing-masing.
  • Memantau, merefleksi, dan mengevaluasi keyakinan kelas yang sudah dibuat
  • Menerapkan budaya 5S1D
  • Mengumpulkan rekan guru untuk melakukan diseminasi pemahaman budaya positif dan segitiga restitusi.
  • Mendokumentasikan kegiatan budaya positif.
Deskripsi Aksi Nyata

Pada tanggal 15 Agustus 2024, CGP mendatangi Kepala Sekolah menyampaikan rencana Aksi Nyata Diseminasi Budaya Positif kepada warga sekolah, dalam kegiatan ini Kepala Sekolah menyetujuinya, kemudian CGP Menyusun Langkah-langkah Diseminasi Budaya Positif.

Kegiatan Diseminasi Budaya Positif dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2024, yang dihadiri oleh hampir seluruh warga sekolah, baik dari kalangan guru maupun tenaga kependidikan, dalam hal ini warga sekolah sangat mendukung pogram dan memulai penanam Budaya Positif disekolah.

Hasil dari Aksi Nyata

Kegiatan Aksi Nyata yang telah dilakukan oleh CGP menghasilkan tumbuhnya pemahaman warga di sekolah mengenai penerapan Budaya Positif dan mulai diterapkannya Budaya Positif di sekolah, serta dalam penyusunan keyakinan kelas dan restitusi.

Tolak Ukur

Keberhasilan tindakan adalah : Adanya keyakinan kelas yang disepakati bersama antar murid dan guru, guru dan murid menanda tangani keyakinan kelas yang telah disepakati. Murid mampu menyelesaikan masalahnya sendiri dengan meyakini keyakinan kelas. Siswa dan guru mampu menerapkan segitiga restitusi dengan baik. Terwujudnya kebiasan-kebiasaan yang baik dalam diri siswa sehingga tercermin karakter Profil Pelajar Pancasila.

Rencana Perbaikan

  • Mengevaluasi kesepakatan kelas yang telah dibuat secara  berkala
  • Menempatkan diri pada posisi control manager secara konsisten dan berkelanjutan
  • Menerapkan segitiga restitusi pada setiap masalah yang ada
  • Berkolaborasi dengan semua pihak demi terwujudnya Budaya positif

Harapan dari kegiatan budaya positif ini yaitu semoga penerapan Budaya positif dapat terwujud serta menjadi "darah daging" baik dilingkungan sekolah, dirumah maupun di lingkungan masyarakat.


Video desiminasi budaya positif yang saya lakukan di SDN 03 Pakan Labuah Kota Bukittinggi.

0 komentar:

Posting Komentar